Tabloid On Line
03/09/2010
| Cover Tabloid |
|---|
![]() |
| Main Menu | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|
| PWNU Jatim Nilai Kuis Ramadhan Identik Judi |
|
|
|
| 24/09/2007 | |
|
SUMENEP : Pengurus Wilayah Nahdla tul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengi ngatkan masarakat agar hati-hati dalam mengikuti kuis Ramadan yang marak di televisi saat ini. Salah mengikuti kuis, bisa jadi ia telah terlibat dalam perjudian langsung.
Maraknya kuis di TV selama Rama dhan ini, PW-NU Jatim menilai, acara ku is Ramadan yang ditayangkan di sejum lah stasiun televisi, identik dengan judi yang diharamkan (dilarang) dalam Islam. “Kalau tidak hati-hati, puasa kita akan dikotori dengan judi melalui kuis Ra madhan dengan hadiah mirip mimpi itu,” kata Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim, KH. Miftachul Akhyar di Surabaya, kemarin. Menurut pengasuh Pesantren Mifta chussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu, kuis Ramadhan mengandung unsur judi, karena ada kewajiban membayar bi aya tertentu dari pihak peserta. “Kewajiban membayar itu dapat dilaku kan langsung atau tidak langsung, seperti membayar melalui pulsa telepon ‘premium call’ yang membuat penyelenggara akan menerima sejumlah uang tertentu dari para peserta,” katanya menegaskan. Setelah itu, hadiah diambilkan dari seba gian jumlah uang yang terkumpul dari pemasukan “premium call” itu, sehingga hukumnya haram meski diberi nama apa pun. “Letak unsur judinya terlihat pada har ga yang lebih dari tarif SMS biasa. Misal nya, tarif SMS adalah Rp. 250,00 (pas cabayar) dan Rp. 350,00 (prabayar), na mun untuk mengirim SMS kuis tertentu menjadi Rp1.000 (pascabayar) dan Rp. 1.100,00 (pra bayar),” katanya. Bila biaya pengiriman SMS Rp. 250.00 untuk setiap pengiriman, katanya, keuntungan “provider” adalah Rp. 750,00 atau Rp. 850,00 dan hal itu dapat dibagi dua antar penyelenggara dengan provider, sehingga keuntungan penyelenggara kuis SMS adalah Rp. 375,00. “Misalkan, peserta kuis SMS menca pai lima juta orang, maka keuntungan bersih penyelenggara kuis SMS adalah Rp. 1,875 miliar, sehingga dapat diguna kan membeli mobil dan beberapa sepeda motor untuk hadiah,” katanya menjelas kan. Padahal, lima juta orang peserta SMS itu tidak mendapat apa-apa dari Rp. 1.000,00 yang mereka keluarkan, karena pemenang hanya dua atau tiga orang saja. “Itu sama halnya dengan sebuah per judian massal yang melibatkan lima juta orang di tempat yang berjauhan,” kata nya menegaskan. Hal yang sama, juga terjadi pada kuis dengan menggunakan “premium call”. Pasalnya, “premium call” itu bisa memberi kan pemasukan kepada pihak yang dite lepon. Bila fasilitas itu digunakan menjawab kuis, maka ada uang yang masuk ke pe nyelenggara kuis, karena untuk menja wab kuis dibutuhkan waktu 3 menit. Bila dengan tarif lokal 1, koneksi telepon se perti itu hanya bertarif Rp. 195, 00 tapi untuk sambungan 3 menit bisa mengha biskan pulsa sebesar Rp. 3.000,00”, kata nya menjelaskan. Selain kuis Ramadhan, PW-NU Jatim juga mengharamkan petasan, karena petasan saat ini mengancam jiwa, mence derai orang, mengganggu orang, dan sia-sia, seperti ledakan di Bangkalan (11/09), Pasuruan (11/08), dan sebagainya. “Islam tak melarang adanya kegem biraan dalam menyambut Ramadhan, walau hanya sesaat, tapi bila sudah ber sifat ‘tabdzir’ (sia-sia) akibat membakar uang dan menghilangkan nyawa manusia, maka nilai pahalanya tidak ada sama se kali, bahkan berdosa,” katanya. [NR] |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|